
Jakarta, Friends Festival Indonesia
—
Tren
perawatan
estetika
terus mengalami perubahan. Jika dulu
wajah
dengan perubahan yang dramatis menjadi tujuan utama, kini semakin banyak orang yang justru menginginkan hasil natural, segar, dan tetap terlihat seperti diri sendiri.
Perubahan tren ini juga terlihat pada kalangan Gen Z. Bagi generasi muda, perawatan kulit dan estetika tak lagi sekadar solusi saat masalah muncul, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Keinginan tampil sehat dan awet muda membuat berbagai prosedur estetika semakin diminati. Pilihan treatment pun kian beragam, mulai dari skin booster, filler, collagen stimulator, hingga kombinasi beberapa prosedur yang disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, banyaknya pilihan justru kerap membuat orang bingung menentukan perawatan yang paling sesuai. Founder Beauty Sister Clinic, Elizabeth Lisa, mengatakan tidak ada satu jenis treatment yang cocok untuk semua orang.
Menurutnya, setiap individu memiliki kondisi kulit, struktur wajah, serta proses penuaan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang bersifat personal.
“Dokter akan menentukan prioritas perawatan setelah melihat kebutuhan masing-masing orang. Tidak ada wajah yang sama. Kita harus mengecek kondisi kulit, bentuk wajah, proporsi wajah, simetri wajah, termasuk ekspresinya karena setiap orang memiliki tipe yang berbeda, termasuk proses aging-nya,” ujar Elizabeth Lisa dalam keterangannya saat temu media dalam Unlock the Natural Combination Treatment PLLA-SCA & NASHA-OBT di Jakarta beberapa waktu lalu.
Lantas, bagaimana dengan penuaan, apakah perlu dicegah sejak usia 20-an?
Penuaan merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari. Seiring bertambahnya usia, kulit secara bertahap kehilangan elastisitas dan kekenyalannya sehingga mulai muncul tanda-tanda penuaan seperti kulit kendur, garis halus, hingga keriput.
Salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya produksi kolagen, protein yang berfungsi sebagai penopang alami kulit. Saat kadar kolagen menurun, kulit menjadi kurang kencang dan elastis.
Di sisi lain, berkurangnya volume lemak pada lapisan bawah kulit juga menyebabkan munculnya cekungan di beberapa area wajah, seperti bawah mata dan pipi. Kondisi ini membuat garis-garis wajah tampak semakin jelas.
Menurut Dokter yang kerap disapa Lisa ini, penurunan kolagen sebenarnya sudah dimulai sejak usia 20 tahun.
“Mulai usia 20 tahun, kolagen yang hilang sekitar 1 persen setiap tahun. Pada usia 40 tahun, sekitar 20 persen kolagen sudah hilang. Jadi lebih baik melakukan perawatan sebagai pencegahan daripada menunggu tanda penuaan semakin banyak yang akhirnya membutuhkan biaya lebih besar,” jelasnya.
Maraknya konten kecantikan di media sosial membuat banyak orang tertarik mencoba berbagai prosedur estetika. Namun, Lisa mengingatkan agar masyarakat, khususnya Gen Z yang baru pertama kali mencoba treatment, tidak memilih prosedur hanya karena sedang viral.
Ia menyarankan setiap orang berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang kompeten agar mendapatkan rekomendasi perawatan sesuai kebutuhan.
Menurutnya, evaluasi dokter tidak hanya melihat kondisi kulit, tetapi juga mempertimbangkan anatomi wajah, proporsi, simetri, hingga ekspresi sehingga hasil akhir tetap harmonis dan alami.
“Pemilihan terapi sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing melalui konsultasi dengan dokter yang kompeten sehingga hasil yang didapat tidak hanya optimal, tetapi juga tetap natural, harmonis, dan aman,” katanya.
Tren kombinasi treatment makin diminati
Seiring berkembangnya teknologi estetika, pendekatan kombinasi beberapa treatment kini semakin banyak digunakan dibandingkan hanya mengandalkan satu prosedur. Salah satu kombinasi yang mulai banyak diminati adalah collagen stimulator PLLA-SCA (Poly-L-Lactic Acid-Sterile Carboxymethylcellulose) dengan filler berteknologi NASHA dan OBT.
Menurut Lisa, PLLA-SCA bekerja merangsang pembentukan kolagen alami tubuh sehingga membantu mengencangkan kulit, meningkatkan elastisitas, sekaligus memberikan efek lifting secara bertahap.
Sementara itu, filler NASHA dan OBT memiliki karakteristik berbeda untuk menyesuaikan kebutuhan setiap area wajah. Area yang membutuhkan struktur lebih kuat menggunakan teknologi NASHA, sedangkan area yang lebih banyak bergerak menggunakan OBT yang lebih fleksibel.
“Dengan dua teknologi ini, dokter dapat melakukan personalized treatment sehingga hasilnya lebih natural, proporsional, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien. Filler memberikan efek instan untuk mengisi cekungan di bawah mata, pipi, dagu, atau rahang, sedangkan collagen stimulator bekerja bertahap dan hasilnya semakin terlihat seiring waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan, efek collagen stimulator PLLA-SCA dapat bertahan hingga sekitar 25 bulan atau sekitar dua tahun dan dapat diaplikasikan bersamaan dengan filler karena keduanya bekerja pada area dan mekanisme yang berbeda. Kombinasi tersebut dinilai mampu memberikan hasil yang lebih optimal dalam mengatasi tanda-tanda penuaan sekaligus mempertahankan tampilan wajah yang alami.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Friends Festival]
Baca lagi: NIKI Tiba di Yogyakarta, Siap Tampil di Prambanan Jazz 2026 Malam Ini
Baca lagi: Transmart Full Day Sale Besok Bagi-bagi Diskon 50% + 20% di Semua Toko
Baca lagi: Agent Kim Reactivated Jadi Miniseri Terlaris Sepanjang 2026



18 Responses
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs http://fatcow.com/blog/?p=283 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Tulisan ini berhasil menetapkan tolok ukur baru bagi penulisan artikel edukatif yang ideal http://www.kufirst.center.ku.ac.th/thai-national-symposium-for-probiotics-and-lactic-acid-bacteria-2020/
Keren artikelnya, penyampaiannya asik dan bikin gampang nangkep maksudnya. Buat nambah-nambah referensi, website http://www.invelos.com/UserProfile.aspx?alias=epicureannycom juga ngobrolin topik yang persis kayak gini.
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan https://community.m5stack.com/user/epicureannycom di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di https://blogs.bgsu.edu/artc4180jtdroui/2018/09/20/art-museum-visit/ siapa tau ngebantu.
Sempurna! Tidak ada kritik sama sekali untuk tulisan sebagus ini.http://opensource.platon.org/forum/projects/viewtopic.php?p=12361064
Ringkas tapi maknanya sangat dalam.https://www.coinbase.com/en-in/converter/sex/mmk
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan https://kldp.org/node/60459 yang cukup menarik.
Nambah wawasan baru banget setelah baca tulisan ini.https://www.coinbase.com/pt-br/converter/sex/ngn
Alur penjelasannya sangat logis dan sistematis.https://www.coinbase.com/en-pt/converter/sex/inr
Penulis telah berhasil menetapkan sebuah standar emas (gold standard) dalam hal penulisan artikel analisis komprehensif https://www.warriorforum.com/main-internet-marketing-discussion-forum/1429597-affiliate-marketing-high-ticket-not.html
Argumen yang dibangun dari awal sampai akhir sangat kuat.https://www.coinbase.com/de/converter/sex/std
Udah aku like dan share, sukses terus penulis!https://www.coinbase.com/en-sg/converter/sex/cad
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://kldp.org/comment/254332 yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Gak pernah kecewa setiap kali baca artikel dari penulis ini.https://www.coinbase.com/en-gb/converter/sex/bhd
Tulisan yang sangat informatif dan terstruktur dengan baik. Bagi rekan-rekan yang butuh literatur tambahan terkait bahasan ini, bisa juga mengecek https://kldp.org/comment/274766 yaa.
Keren banget artikelnya, nambah insight baru hari ini. Buat kawan-kawan yang kepo soal topik ini, coba mampir juga ke https://kldp.org/node/62342 deh, lumayan nambah wawasan.
Penulis memberikan sudut pandang pragmatis yang sangat menguntungkan dari segi efisiensi waktu eksekusi di tingkat akar rumput. https://crookedtimber.org/page/762/?p=qmfvwftdd