
Jakarta, Friends Festival Indonesia
—
Beberapa orang bisa
lupa
pada isi film atau video yang ditonton. Bukan tanpa alasan, hal ini bisa terjadi jika kamu terbiasa
menonton
video dengan kecepatan lebih.
Menonton video dengan kecepatan 1,5x sampai 2x kini jadi kebiasaan banyak orang. Drama yang episodenya panjang,
podcast
berdurasi satu jam, vlog, video YouTube, sampai konten obrolan sering dipercepat agar lebih cepat selesai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasanya memang praktis. Satu episode bisa selesai lebih cepat, antrean tontonan berkurang, dan waktu terasa lebih hemat. Apalagi kalau alurnya lambat atau banyak bagian yang terasa bertele-tele.
Tapi, menonton video terlalu cepat juga punya batas. Bukan hanya soal telinga masih bisa menangkap suara, tetapi apakah otak masih sempat memahami alur, emosi, ekspresi, konteks, dan detail penting dalam tontonan.
Sejumlah penelitian tentang video pembelajaran menunjukkan, kecepatan 1,5x hingga 2x masih bisa ditoleransi pada sebagian orang. Masalah mulai muncul ketika video diputar terlalu cepat, terutama di atas 2x atau saat isi video cukup padat.
Terlalu cepat bisa bikin detail terlewat
Melansir studi yang dipublikasikan dalam
Educational Psychology Review
, meninjau24 studi dari 1971 hingga 2025 tentang pengaruh kecepatan video kuliah terhadap performa tes.
Hasilnya, peningkatan kecepatan video dapat menurunkan performa tes mahasiswa. Efeknya umumnya kecil, tetapi dampak negatifnya makin terlihat ketika video diputar pada kecepatan yang lebih tinggi.
Temuan ini memang berasal dari video pembelajaran. Namun, prinsipnya bisa membantu menjelaskan kebiasaan menonton konten lain. Saat video dipercepat, informasi datang lebih padat dalam waktu singkat. Otak punya waktu lebih sedikit untuk menangkap dan mengolah isi tontonan.
Dalam konteks drama atau film, yang terlewat bukan hanya informasi. Bisa juga ekspresi wajah, jeda dialog, perubahan nada suara, atau detail kecil yang sebenarnya penting untuk memahami emosi tokoh.
Studi dari Applied Cognitive Psychology juga menunjukkan adanya batas kecepatan. Dalam studi tersebut, mahasiswa menonton video kuliah dengan kecepatan 1x, 1,5x, 2x, dan 2,5x.
Hasilnya, kecepatan 1,5x dan 2x hanya memberi dampak minimal terhadap pemahaman. Penurunan performa mulai terlihat ketika video diputar pada 2,5x.
Hal ini berarti 2x mungkin masih terasa aman untuk sebagian orang. Tapi begitu
speed
dinaikkan terlalu jauh, isi tontonan bisa lebih mudah lewat begitu saja.
Tidak semua tontonan cocok dipercepat
Menonton drama, film, atau konten hiburan tidak selalu sama dengan menonton materi kuliah. Tujuannya bukan hanya menangkap informasi, tetapi juga menikmati suasana, emosi, konflik, dan ritme cerita.
Drama yang banyak dialog cepat, konflik keluarga, teka-teki, atau alur maju-mundur bisa terasa membingungkan jika diputar terlalu cepat. Penonton mungkin tetap tahu garis besar ceritanya, tapi kehilangan nuansa yang membuat adegan terasa kuat.
Sebaliknya, konten yang lebih ringan seperti vlog santai, video obrolan, atau
podcast
dengan tempo lambat mungkin masih nyaman diputar 1,25x atau 1,5x. Untuk sebagian orang, 2x juga masih terasa cukup aman jika isi videonya tidak terlalu kompleks.
Efeknya juga tidak sama pada semua orang. Melansir penelitian
The Effect of Video Playback Speed on Learning and Mind-Wandering in Younger and Older
Adults
menemukan, orang dewasa muda cenderung lebih mampu menonton video cepat tanpa konsekuensi besar.
Sebaliknya, orang dewasa yang lebih tua lebih berisiko terganggu proses belajarnya saat video diputar cepat.
Ini menunjukkan tidak ada satu
speed
yang cocok untuk semua orang. Ada yang masih nyaman menonton 2x, ada juga yang mulai kehilangan konteks di 1,5x.
Masalah lain dari kebiasaan nonton cepat adalah munculnya ilusi produktif. Karena video selesai lebih cepat, seseorang merasa sudah menuntaskan tontonan. Padahal, belum tentu semua detail benar-benar ditangkap.
Untuk drama atau film, ini bisa membuat pengalaman menonton terasa lebih dangkal. Cerita selesai, tapi emosi tidak sepenuhnya terasa. Adegan penting lewat, tapi tidak sempat benar-benar dicerna. Tak jarang orang yang akhirnya lupa soal apa isi atau pesan film.
Karena itu,
speed
tinggi sebaiknya dipakai sesuai kebutuhan. Menonton cepat memang bisa menghemat waktu. Namun terkadang, bagian paling penting justru ada pada jeda, ekspresi, dan detail kecil yang hanya terasa ketika ditonton dengan tempo normal.
(anm/asr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: IHSG Menguat 1,96 Persen ke 5.999 Kamis Sore
Baca lagi: 6 Penyebab Sering Sembelit, Ternyata Tidak Hanya Kurang Serat
Baca lagi: KNEKS Ungkap Sukses dan Tantangan Ekonomi Syariah RI di BIE-CON




12 Responses
saya mengerti betapa berharganya ilmu itu setelah melihat artikel ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/foodsafetymanagement2019/
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://cvemon.intruder.io/cves/CVE-2009-3523 juga bahas hal yang sama lho.
saya akan merekomendasikan artikel ini sih , keren banget https://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-talks-2-by-fiku-live/
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://issuu.com/bong88living yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://www.nsfocus.net/vulndb/14955 dan keduanya sama-sama bermanfaat.
Artikel yang sangat cerdas dalam memetakan sebab-akibat suatu masalah secara proporsional https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9834-2/ sungguh saya suka
Terima kasih sudah menghadirkan tulisan yang nyaman dibaca. Referensi lain yang menurut saya cukup menarik ada di https://wakelet.com/wake/KZ3qz1DDlj9n2WXMNpfz1.
Pembahasannya cukup lengkap untuk dijadikan gambaran awal. Kalau ingin menambah referensi, silakan kunjungi https://www.reverbnation.com/pblcrltnsnws.
Penulisan artikelnya sangat runut sehingga mudah dipahami. Saya juga ingin berbagi tautan http://apranax.free.fr/photo/galeries/galerie3/?p=DSCF0001 di sana ada tulisan serupa yang bisa dijadikan rujukan tambahan.
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://magic.ly/Donlego/Menjelajahi-Kedalaman-Narasi-Horor-dan-Literatur-Spekulatif lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di http://53790.eridan.websrvcs.com/System/Media/Play.asp?id=53790&key=762363D5-D694-4A6B-85BC-1486BE5F4B3B, lumayan buat pelengkap.
Tulisannya sangat mengalir, enak dibaca dari awal sampai akhir.https://fisip.unismuh.ac.id/penelitian-dan-pengembangan/