Frieden Festival

  • Uncategorized

Logo Bunga Mirip Louis Vuitton, Molly Tea Didenda Rp27 Miliar

  • July 6, 2026
  • 1:54 PM

Daftar Isi

Logo bunga jadi sumber sengketa

Mengapa Louis Vuitton bisa menang?

Batas antara inspirasi budaya dan pelanggaran merek

Jakarta, Friends Festival Indonesia

—

Merek teh susu asal China,

Molly Tea

, harus menelan pil pahit setelah kalah dalam sengketa merek

dagang

dengan rumah mode mewah asal

Prancis

, Louis Vuitton. Pengadilan di China memutuskan bahwa logo milik Molly Tea dianggap melanggar hak atas merek dagang yang telah lebih dulu didaftarkan oleh Louis Vuitton.

Kasus ini memicu perdebatan luas di media sosial China, terutama soal perlindungan hak kekayaan intelektual dan penggunaan elemen budaya tradisional dalam identitas sebuah merek.

Menurut laporan media China pada 2 Juli, Pengadilan Menengah Suzhou di Provinsi Jiangsu menyatakan Molly Tea dan salah satu gerai waralabanya di Distrik Wuzhong, Suzhou, telah melanggar tujuh merek dagang bergambar bunga empat kelopak milik Louis Vuitton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam putusannya, pengadilan memerintahkan perusahaan minuman yang berbasis di Shenzhen tersebut untuk menghentikan penggunaan logo yang dipermasalahkan serta membayar ganti rugi sebesar 10,3 juta yuan atau hampir setara dengan Rp27,2 miliar.

Selain membayar ganti rugi, Molly Tea juga diwajibkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Louis Vuitton.

Logo bunga jadi sumber sengketa

Melansir

The Straits Times

, perselisihan bermula dari kemiripan antara lambang Molly Tea yang menggunakan motif bunga empat kelopak dengan pola monogram ikonik milik Louis Vuitton.

Gugatan diajukan oleh Louis Vuitton pada Mei 2025 dan putusan dibacakan pada 29 Juni 2026. Molly Tea telah menyatakan akan mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi.

Sejak Maret 2024, Molly Tea dan perusahaan afiliasinya diketahui telah mengajukan sejumlah pendaftaran merek dagang dengan desain bunga kepada Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China.

Pengajuan tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari layanan restoran dan akomodasi hingga periklanan dan makanan praktis. Namun, sebagian besar permohonan ditolak. Hanya merek yang memuat tulisan karakter China untuk nama ‘Molly Tea’ yang berhasil memperoleh perlindungan hukum.

Putusan pengadilan tersebut langsung menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial China. Tagar yang membahas gugatan Louis Vuitton terhadap Molly Tea dilaporkan meraih lebih dari 360 juta tayangan.

Sementara topik mengenai pembatalan merek dagang Molly Tea yang dianggap menyerupai Louis Vuitton telah dibaca lebih dari 18 juta kali. Pendapat publik pun terbelah.

Sebagian warganet menilai logo Molly Tea memang terlalu mirip dengan motif khas Louis Vuitton sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan. Namun, ada pula yang beranggapan kedua desain memiliki perbedaan visual yang cukup jelas dan menyasar segmen pasar yang sama sekali berbeda.

Tak sedikit pula yang mempertanyakan orisinalitas motif Louis Vuitton. Beberapa pengguna media sosial menilai pola bunga yang digunakan merek mewah tersebut memiliki kemiripan dengan motif tradisional yang telah lama dikenal dalam budaya China.

Mengapa Louis Vuitton bisa menang?

Kang Lixia, mitra di firma hukum kekayaan intelektual Beijing Standzer IP Firm, menjelaskan bahwa setiap pihak yang tidak puas terhadap putusan masih memiliki hak untuk mengajukan banding.

Menurutnya, keberhasilan banding sangat bergantung pada kemampuan pihak yang mengajukan untuk membuktikan bahwa desain yang digunakan memiliki unsur keaslian dan karakter pembeda yang kuat.

Kang menegaskan bahwa motif bunga dan ornamen tradisional yang berasal dari budaya China pada dasarnya merupakan bagian dari ranah publik sehingga dapat digunakan oleh siapa saja. Namun, hukum merek dagang di China menganut prinsip ‘first to file’ atau pihak yang lebih dulu mendaftarkan merek akan memperoleh hak hukum atas merek tersebut.

Artinya, ketika dua pihak mengajukan merek yang sama atau mirip untuk kategori produk yang serupa, pihak yang lebih dulu mendaftar akan mendapatkan perlindungan hukum, sementara pengajuan berikutnya berpotensi ditolak.

Ia juga menyoroti bahwa Louis Vuitton merupakan merek yang sudah terdaftar lebih dahulu dan memiliki tingkat pengenalan yang sangat tinggi di masyarakat. Karena itu, merek tersebut berhak memperoleh perlindungan lintas kategori produk.

“Dalam kondisi tertentu, perlindungan hukum dapat meluas ke kategori produk yang berbeda sehingga menjadi tantangan bagi pihak yang datang belakangan,” ujarnya.

Batas antara inspirasi budaya dan pelanggaran merek

Pengacara kekayaan intelektual dari Beijing Zhongwen Law Firm, Liu Bin, mengajak publik melihat kasus ini secara lebih rasional.

Menurut Liu, dalam hukum merek dagang, sebuah pelanggaran tidak harus menggunakan tanda yang identik dengan merek yang sudah terdaftar. Yang menjadi pertimbangan utama adalah apakah penggunaan tanda tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan konsumen.

Ia memahami bahwa banyak masyarakat mempertanyakan bagaimana motif budaya tradisional seharusnya dilindungi dan digunakan secara adil.

“Karena motif-motif tersebut merupakan sumber daya publik, banyak orang beranggapan tidak seharusnya ada pihak yang memiliki hak eksklusif atasnya,” kata Liu.

Meski demikian, ia menekankan bahwa perlindungan hak kekayaan intelektual tidak hanya menyangkut bentuk visual suatu motif, tetapi juga reputasi dan identitas merek yang dibangun perusahaan selama bertahun-tahun.

Menurut Liu, elemen budaya tradisional memang harus tetap terbuka untuk digunakan dan dilestarikan. Namun, penggunaannya dalam konteks komersial tidak boleh sampai menimbulkan kebingungan di pasar atau meniru merek yang telah lebih dahulu dikenal luas.

(tis/tis)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Friends Festival]

Baca lagi: Thailand Jadi Destinasi Wisata Medis Nomor 2 Dunia, Indonesia masuk?

Baca lagi: Mercedes-AMG Rilis Livery Baru untuk F1 2026

Baca lagi: Bulog Kawal Gerakan Tanam Padi Serentak di Cetak Sawah Merauke

18 Responses

  1. content says:
    July 6, 2026 at 4:12 pm

    Artikel yang sangat bermanfaat, bahasanya ringan tapi ngena. Oh ya, buat yang mau eksplor lebih jauh bisa cek https://www.sitelike.org/similar/yankymusic.com/ rekomen banget buat nambah referensi.

    Reply
  2. content says:
    July 6, 2026 at 4:45 pm

    Tulisan ini berhasil menetapkan tolok ukur baru bagi penulisan artikel edukatif yang ideal http://www.kufirst.center.ku.ac.th/thai-national-symposium-for-probiotics-and-lactic-acid-bacteria-2020/

    Reply
  3. content says:
    July 6, 2026 at 5:31 pm

    Pembahasan yang sangat relevan sama kondisi sekarang. Kalau mau cari perbandingan artikel, di https://www.wamc.org/vox-pop/2014-03-14/food-friday-wine-and-cheese juga ada ulasan yang komprehensif banget.

    Reply
  4. content says:
    July 6, 2026 at 9:05 pm

    Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://blender.community/rr8883/ lumayan buat bahan bacaan ekstra.

    Reply
  5. content says:
    July 7, 2026 at 4:17 pm

    Terima kasih atas artikel yang sangat bermanfaat ini.https://magic.ly/melmelku/Fenomena-Smart-Office-di-Era-Digital

    Reply
  6. content says:
    July 7, 2026 at 6:09 pm

    Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://www.laure.archi.fr/?p=906 juga patut buat dicek.

    Reply
  7. content says:
    July 7, 2026 at 8:28 pm

    Ringkas tapi maknanya sangat dalam.https://www.coinbase.com/en-in/converter/sex/mmk

    Reply
  8. content says:
    July 7, 2026 at 8:32 pm

    Informasi yang disajikan sangat up-to-date.https://www.bitget.com/price/solidex

    Reply
  9. content says:
    July 7, 2026 at 8:49 pm

    Sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh kalangan akademis maupun umum.https://www.coinbase.com/en-es/converter/sex/cad

    Reply
  10. content says:
    July 8, 2026 at 12:47 pm

    Nambah wawasan baru banget setelah baca tulisan ini.https://www.coinbase.com/pt-br/converter/sex/ngn

    Reply
  11. content says:
    July 8, 2026 at 8:59 pm

    Top markotop banget artikel ini!https://www.coinbase.com/de/converter/sex/usd

    Reply
  12. content says:
    July 8, 2026 at 9:30 pm

    Tulisan yang mengedukasi dan membuka perspektif baru bagi pembacanya. Bila berkenan, kunjungi pula https://kldp.org/comment/268753 yang mengulas diskursus terkait dengan cukup tajam.

    Reply
  13. content says:
    July 8, 2026 at 11:54 pm

    Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=296695 juga bahas hal yang sama lho.

    Reply
  14. content says:
    July 9, 2026 at 8:33 pm

    Informasi di sini sangat akurat dan terpercaya.https://www.gate.com/ar/price/solidex-sex

    Reply
  15. content says:
    July 9, 2026 at 8:47 pm

    Makasih min infonya, ngebantu banget buat tugas saya. Kebetulan sumber lain yang saya pakai dari https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=293596 juga mengulas hal serupa.

    Reply
  16. content says:
    July 10, 2026 at 3:20 am

    genting138 situs terbaik untuk slot depo 5000 langsung cobain depo 5000terpercaya di genting138 login

    Reply
  17. content says:
    July 10, 2026 at 1:58 pm

    Topik yang dipilih sangat relevan dengan kebutuhan pembaca saat ini. Saya juga sempat mengecek https://esparragosvegasdelgenil.es.tl/GALERIA-FOTOS/index.htm.

    Reply
  18. content says:
    July 11, 2026 at 11:56 am

    Saya datang karena judulnya menarik, lalu bertahan karena isi artikelnya memang berkualitas. Setelah selesai membaca, saya juga mampir ke [https://www.trendhunter.com/trends/joe-barton-would-like-to-apologize](https://www.trendhunter.com/trends/joe-barton-would-like-to-apologize).

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PrevPreviousJakarta X Beauty 2026 Diguncang Flash Sale di Hari Terakhir
NextCiuman di Kening atau Pipi, Mana yang Paling Menunjukkan Kasih Sayang?Next

Kamu mungkin juga menyukai:

FOTO: Manish Malhotra Membawa India ke Panggung Couture Paris

Jakarta, Friends Festival Indonesia — Desainer India Manish Malhotra mencuri perhatian lewat debutnya

Uncategorized

Surat Cinta untuk Ibu, Manish Malhotra Bawa India ke Panggung Couture

Jakarta, Friends Festival Indonesia — Di antara nama-nama besar yang telah puluhan tahun

Get the latest from Frieden Festival

Most popular

‘Sampah’ Pernikahan Taylor Swift Dijual Rp452 Ribu, Langsung Ludes

FOTO: Manish Malhotra Membawa India ke Panggung Couture Paris

Surat Cinta untuk Ibu, Manish Malhotra Bawa India ke Panggung Couture

Tren One Stop Lifestyle, Saat Orang Cari Tempat Serba Ada

Frieden Festival

Go to mobile version