Liminal Space di ‘Backrooms’, Kenapa Ruang Kosong Bikin Cemas?

Daftar Isi

Familiar, tapi terasa janggal

Ruang kosong membuat otak kehilangan petunjuk

Penuh ketidakpastian

Apakah liminal space berdampak pada mental?

Jakarta, Friends Festival Indonesia

Ada tempat-tempat yang terasa biasa saat ramai, tapi berubah jadi aneh ketika kosong. Misalnya lorong panjang, kantor

sepi

, ruang tunggu tanpa ada orang, atau mal yang sudah tutup.

Rasa tidak nyaman seperti ini kerap dikaitkan dengan istilah

liminal space

. Mengutip studi akademik

The Backrooms and Liminal Spaces: Explorations of a Digital Urban Legend

, istilah ini banyak dipakai dalam budaya internet untuk menggambarkan ruang kosong yang terasa familiar, tetapi terasa janggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sederhananya,

liminal

space

berarti ruang ‘di antara’ atau ‘di ambang’. Ruang seperti ini biasanya bukan tempat untuk menetap, melainkan hanya dilewati. Contohnya lorong, tangga, bandara yang sepi, sekolah yang kosong, hotel hallway, kantor pada malam hari, atau mal yang sudah tutup.

Dalam film

Backrooms

(2026), ruang semacam itu dibuat terasa lebih menyeramkan. Lorong panjang, ruangan yang berulang, lampunya monoton, dan tidak ada manusia. Tempat yang sebenarnya biasa saja akhirnya berubah jadi terasa asing, tidak nyaman, bahkan menakutkan.

Lalu, kenapa

liminal space

sebenarnya bisa terasa menyeramkan? Berikut penjelasannya, merangkum berbagai sumber.

Familiar, tapi terasa janggal

Salah satu alasan

liminal space

terasa mengganggu adalah karena ruangnya tampak familiar, tetapi tidak sesuai dengan harapan.

Kantor, sekolah, mal, atau bandara biasanya identik dengan aktivitas manusia. Ketika tempat seperti itu terlihat kosong total, otak menangkapnya sebagai sesuatu yang tidak biasa.

Studi dari

Journal of Environmental Psychology

menjelaskan, rasa

uncanny

atau perasaan mengganjal tidak hanya bisa muncul dari wajah atau robot, tetapi juga dari ruang fisik. Menurut studi tersebut, ruang bisa terasa aneh ketika bentuk atau strukturnya menyimpang dari pola yang akrab.

Ruang kosong membuat otak kehilangan petunjuk

[Gambas:Youtube]

Manusia biasanya membaca ruang lewat banyak tanda, seperti suara, arah, cahaya, aktivitas, atau keberadaan orang lain. Tanda-tanda itu membantu otak memahami apakah sebuah tempat terasa aman dan normal.

Dalam

liminal space

, banyak petunjuk itu hilang. Tidak ada orang, tidak ada aktivitas, dan tidak jelas ruang itu mengarah ke mana.

Liminal space

di lingkungan kampus, terutama koridor dan tangga, menunjukkan ruang transisi dapat memengaruhi kesan pertama seseorang terhadap sebuah tempat.

Ketika koridor atau tangga terasa kosong, sunyi, atau minim tanda kehidupan, ruang itu bisa terasa asing dan tidak nyaman.

Penuh ketidakpastian

Rasa takut dalam

liminal

space

juga berkaitan dengan ketidakpastian. Ruang seperti ini sering tidak memberi jawaban yang jelas, ini tempat apa, kenapa kosong, ke mana ujungnya, dan apakah ada orang lain di sana?

Dalam psikologi, ketidakpastian dapat memperkuat rasa cemas pada sebagian orang. Semakin sulit otak membaca situasi, semakin besar pula kemungkinan muncul rasa tidak nyaman. Karena itu,

liminal space

tidak selalu perlu menghadirkan sosok menyeramkan untuk membuat orang gelisah.

Apakah liminal space berdampak pada mental?

Liminal space

tidak bisa disebut sebagai penyebab langsung gangguan mental. Namun, ruang yang kosong, ambigu, berulang, dan terasa tidak wajar dapat memicu rasa tidak nyaman, cemas, disorientasi, atau takut pada sebagian orang.

Mengutip dari

Verywell Mind

, kondisi liminal, baik secara fisik maupun emosional, dapat terasa menegangkan karena seseorang berada di fase transisi. Ia tidak lagi berada di tempat lama, tetapi juga belum sampai ke tempat baru. Dalam konteks ruang fisik, perasaan itu bisa muncul ketika otak sulit membaca situasi.

Meski begitu, efeknya tidak selalu negatif. Bagi sebagian orang,

liminal space

justru terasa menarik, tenang, atau memancing refleksi. Itu sebabnya foto-foto ruang kosong bisa terasa merinding, tapi sekaligus membuat orang penasaran.

(anm/asr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: FOTO: Ganasnya Malaria di Afrika Buntut Kerusakan Iklim

Baca lagi: Kapan Musim Hujan Kembali Basahi Indonesia? Cek Prediksi BMKG

Baca lagi: Mulai 1 Juli, Registrasi SIM Card HP Wajib Verifikasi Wajah

8 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: