
Daftar Isi
1. Tidak semua orang kaya ingin terlihat kaya
2. Logo besar tidak selalu dianggap berkelas
3. Kesederhanaan bisa menjadi kode bagi mereka yang paham
4. Terlalu mencolok bisa dianggap berlebihan
5. Ada faktor keamanan
6. Lebih mengutamakan kualitas daripada perhatian
Jakarta, Friends Festival Indonesia
—
Saat membayangkan
orang kaya
, banyak orang mungkin langsung teringat pada pakaian
mahal
, jam tangan mewah, tas berlogo besar, atau berbagai barang yang secara kasatmata menunjukkan harga
fantastis
.
Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Banyak orang kaya justru tampil sederhana. Mereka mengenakan kaus polos, sweater berwarna netral, celana kasual, sepatu tanpa logo mencolok, atau tas yang sekilas terlihat biasa saja.
Bukan berarti mereka tidak peduli pada penampilan. Barang yang dikenakan bisa saja tetap bernilai tinggi. Hanya saja, kemewahan tersebut tidak ditampilkan secara terang-terangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dunia fesyen dan gaya hidup, gaya berpakaian seperti ini dikenal dengan istilah quiet luxury. Dalam kajian akademik, fenomena tersebut juga disebut inconspicuous consumption atau konsumsi yang tidak mencolok.
Lantas, mengapa sebagian orang kaya justru memilih tampil sederhana?
1. Tidak semua orang kaya ingin terlihat kaya
Sebagian orang kaya merasa tidak perlu menunjukkan status sosial mereka kepada semua orang. Mereka tetap membeli barang berkualitas tinggi, tetapi memilih desain yang sederhana dan tidak terlalu mencolok.
Studi
Signaling Status with Luxury Goods
menjelaskan bahwa konsumen kaya yang memiliki kebutuhan status sosial lebih rendah cenderung memilih produk mewah yang lebih subtil. Produk seperti ini umumnya tidak memiliki logo besar dan hanya dikenali oleh kalangan tertentu.
Karena itu, pakaian yang terlihat sederhana belum tentu murah. Kaus polos, sweater netral, atau sepatu tanpa logo bisa saja memiliki harga yang sangat tinggi. Bedanya, simbol status tersebut tidak ditujukan untuk konsumsi publik.
2. Logo besar tidak selalu dianggap berkelas
Pada masa lalu, logo besar menjadi cara paling mudah untuk menunjukkan status sosial. Semakin jelas mereknya terlihat, semakin mudah pula orang lain menebak nilai barang tersebut.
Namun kini, produk mewah dengan logo besar semakin mudah ditiru, dipamerkan di media sosial, atau digunakan oleh lebih banyak kalangan. Akibatnya, sebagian orang kaya mulai menjauh dari gaya yang terlalu mencolok.
Studi Conspicuous and Inconspicuous Consumption of Luxury Goods
menunjukkan bahwa ketika barang mewah semakin mudah diakses oleh kelas menengah, sebagian konsumen kaya beralih ke bentuk kemewahan yang lebih halus dan eksklusif.
3. Kesederhanaan bisa menjadi kode bagi mereka yang paham
Bagi sebagian orang, sweater polos mungkin terlihat biasa saja. Namun, bagi mereka yang memahami dunia fesyen, barang tersebut bisa langsung dikenali sebagai produk premium.
Konsep quiet luxury tidak bertumpu pada logo besar, melainkan pada kualitas bahan, detail pengerjaan, dan eksklusivitas produk.
Di sinilah letak keunikannya. Gaya sederhana tetap dapat menjadi simbol status, tetapi hanya terbaca oleh lingkaran tertentu. Dengan kata lain, tidak semua orang perlu mengetahuinya, cukup mereka yang memahami ‘bahasa’ tersebut.
4. Terlalu mencolok bisa dianggap berlebihan
Di sejumlah lingkungan sosial, tampil terlalu mencolok justru dapat menimbulkan kesan kurang tepat. Terlebih di lingkungan profesional atau kalangan elite tertentu, gaya yang terlalu pamer kerap dipandang berlebihan.
Mengutip
The Wall Street Journal
, gaya berpakaian yang konservatif dan tidak mencolok sering dikaitkan dengan kredibilitas profesional. Sebaliknya, logo besar, aksesori berlebihan, atau busana yang terlalu mencuri perhatian bisa dianggap kurang sesuai.
Karena itu, pakaian sederhana sering kali bukan tanda seseorang tidak peduli penampilan. Justru sebaliknya, pilihan tersebut dapat mencerminkan kematangan, profesionalisme, dan kemampuan membaca situasi.
5. Ada faktor keamanan
Pilihan berpakaian sederhana juga dapat berkaitan dengan rasa aman. Barang yang terlalu mencolok berpotensi membuat seseorang lebih mudah menjadi sasaran tindak kriminal, terutama di ruang publik.
Mengutip
MarketWatch
, di tengah ketimpangan ekonomi, meningkatnya kekhawatiran terhadap kriminalitas, serta budaya pamer di media sosial, sebagian orang memilih mengurangi penggunaan perhiasan atau barang mewah yang terlalu mencolok saat berada di tempat umum.
Selain itu, tampil terlalu mewah juga dapat dianggap kurang sensitif dalam situasi tertentu. Gaya yang lebih sederhana membuat seseorang tetap nyaman tanpa terkesan memamerkan kekayaan.
6. Lebih mengutamakan kualitas daripada perhatian
Bagi orang yang memiliki banyak pilihan, pakaian sering kali bukan lagi soal menarik perhatian. Mereka cenderung lebih fokus pada kenyamanan, kualitas bahan, daya tahan, serta eksklusivitas produk.
Karena itu, orang kaya yang terlihat sederhana bukan berarti tidak peduli pada fesyen. Bisa jadi mereka justru sangat memahami apa yang dikenakan, tetapi tidak merasa perlu menunjukkannya secara terang-terangan.
(anm/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Friends Festival]
Baca lagi: Alasan Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak
Baca lagi: Debut Disclosure Day Langsung Rajai Box Office AS
Baca lagi: North West Debut Manggung Solo, Kim K dan Kanye Beri Support



12 Responses
Situs slot gacor favorit yang menghadirkan berbagai game unggulan dari provider terkenal dengan kualitas permainan terbaik heylink.me/nona88bocoor.
Konten yang sangat menarik dan penuh wawasan baru. Saya mendapatkan banyak manfaat dari informasi yang disampaikan dalam artikel ini. Terima kasih atas artikel yang bermanfaat dan informatif. Jangan lupa mengunjungi https://curation.masternewmedia.org/p/435212527/2011/09/07/the-curation-vs-creation-paradox.
Penulis berhasil menyampaikan informasi dengan bahasa yang sederhana namun tetap berbobot dan bermanfaat bagi pembaca.https://curation.masternewmedia.org/p/42508033/2011/03/15/4-soft-skills-for-content-curation
Pembahasan yang menarik membuat artikel ini semakin layak untuk dibaca dan dibagikan.https://heylink.me/jo777melesat
Artikel ini sangat menarik untuk dibaca karena menyajikan informasi yang relevan dan bermanfaat. Saya mendapatkan banyak wawasan baru yang dapat menambah pemahaman saya. Terima kasih telah menghadirkan konten yang berkualitas. Jangan lupa mengunjungi https://tunesbank.com/hi/spotify/transfer-spotify-to-soundcloud.html.
kalian pasti akan sangat takjub setelah membuka artikel ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/the-key-points-from-development-to-commercially-available-product-2/
saya mengerti betapa berharganya ilmu itu setelah melihat artikel ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/foodsafetymanagement2019/
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://issuu.com/bong88living yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
artikel ini sangat bagus dan menurut saya wajib banget dimiliki utnuk dapat ilmu dan pembelajaran baru http://www.kufirst.center.ku.ac.th/grandopeningthepremiumku_pic/
Terus semangat menulis dan berbagi informasi yang bermanfaat. Referensi lain yang saya baca berasal dari https://www.slideserve.com/king88com.
Artikel yang sangat cerdas dalam memetakan sebab-akibat suatu masalah secara proporsional https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9834-2/ sungguh saya suka
Menghadirkan konteks latar belakang yang sangat memperkaya isi artikel.https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9881-2/